Ilmuwan: Ada Versi Lain Kehidupan di Semesta



VIVAnews - Teori dunia paralel sejak lama muncul di dunia ilmu pengetahuan. Beberapa percaya, lainnya tidak. Namun, ilmuwan Australia dan Amerika percaya, ada versi lain dari kehidupan kita di alam semesta ini.

Kehidupan di dunia ini memiliki versi berbeda di alam semesta lain dan saling berinteraksi. Mungkin terdengar seperti sains fiksi, tapi teori ini didukung dengan mekanika kuantum yang selalu menjadi perdebatan selama berabad-abad. Dunia paralel merupakan versi kebalikan dari kehidupan yang ada di dunia ini.

Tim ilmuwan dari Griffiths University dan University of California mengemukakan bahwa kita tidak hidup sendirian. Ada dunia lain di dekat kita yang mempengaruhi perjalanan hidup dengan kebalikannya. Bayangkan jika dinosaurus tidak pernah punah, Jerman berhasil memenangkan Perang Dunia ke-2, dan kita tidak lahir di tanah air yang kita diami sekarang.

Dilansir melalui Daily Mail, Senin 3 November 2014, ilmuwan mengklaim jika interaksi itu bisa menjelaskan segala hal yang aneh mengenai bagaimana partikel beroperasi dalam skala cukup kecil. Menurut mereka, mekanika kuantum memang sulit untuk dipahami karena kerap dianggap aneh dan melanggar hukum sebab akibat.

"Ide dunia paralel di mekanika kuantum telah ada sejak 1957. Di dunia yang dikenal dengan sebutan 'interpretasi dari banyak dunia', dijelaskan jika setiap semesta bercabang menjadi sekumpulan semesta baru. Percabangan ini terjadi setiap kali pengukuran kuantum dibuat," ujar Howard Wiseman, Profesor Fisika dari Griffith University.

Menurut Wiseman, semua kemungkinan dari sebuah kenyataan di dunia lain bisa saja terjadi. Bisa jadi, kata dia, di semesta lain, dinosaurus masih hidup karena komet meleset dan tidak bertabrakan dengan bumi, atau mungkin Australia dijajah oleh Portugis.

Intinya, Wiseman dan koleganya menyimpulkan jika semesta yang kita diami ini hanyalah salah satu dari miliaran semesta yang ada di alam. Beberapa kembar identik dengan kehidupan kita ini sedangkan lainnya berbeda. Semua dunia ini sama-sama nyata, hidup berkelanjutan dan saling terkoneksi.

Teori 'Many Worlds' atau 'Banyak Dunia' diungkapkan pertama kali oleh ilmuwan bernama Hugh Everett. Menurutnya, partikel kuantum memiliki kemampuan untuk berada di dua semesta berbeda sekaligus. Meski partikel kuantum seolah-olah berada di satu titik, namun sejatinya ia menempati dua titik secara bersamaan. (one)

sumber : yahoo.com

No comments

Powered by Blogger.